The Lost Knight

Aku tak tahu,harus & bagaimana lagi mengukapkan rasa ini.Entah.Apakah Tuhan marah pada ‘ku,atau,karena hal2 lain.Rentetan peristiwa ini,membuat jiwa ‘ku terhenyak.Oom Aspan & Bang Ichsan meninggalkan kenangan yang menjejak bumi.Rasa tak percaya selalu membayang.Ya Allah.. Kuatkan hati ini,menerima & merasanya walau “pahit”

Lebaran yang Aneh

Ada apa ini,Tuhan… Hm…. ‘Aku tak tahu harus memulai dari mana.Tak terhitung famili yang sakit.Ingin menangis rasanya,Tak tahu harus mengadu pada siapa.Apa ini,”sebenar-benarnya” ujian hidup ?! Ketika semua orang bahagia dengan silaturrahimnya.Bertemu keluarga,dan,teman-teman.Aku seperti bias tanpa banyak bicara.Tolong beri aku “jawaban” yang paling tidak mengurangi kekecewaan ini.Aku,hm…. Peluk aku,Tuhan

Sore di Pasir Putih ini

Buih…

Debur ombak menemani lamunan ‘ku

Langit masih membayang mendung

Awan hitam berlalu seiring langkah ini

Angin menyapa lembut

Membelai pipi yang terpercik air

Hari mulai gelap

Senja merambat pelan

Indah, sungguh indah

Aku masih ingin di atas pasir putih ini,menikmati

Meresapi kehadiranNya

Di sini,dihati ini

MahaKasihNya membuktikan semua

Aku tunduk !

Pasrah

Menyerah…

Pada Tuhan

PadaMu

Puput yang Sudah Dewasa dan Terus Dewasa.Hm… Amien

Kenang tulisan ini,ketika ingin mengingat ‘ku.Dan apapun tentang itu.Tak hanya memori yang hadir.Apa saja.Yah,banyak.Tentu.Tidak begitu yakin tentang ujaran “tua sudah pasti,dewasa itu,pilihan”,karena dewasa memang pemberian Tuhan.Bukan sama sekali,sifat alamiah manusia,yang bertumbuh seiring usia,yang setiap tahunnya,bisa bertambah layaknya 18,atau sampai berapapun usia kita.Ayah berucap : Kalian seHARUSnya paham,dewasa itu ditilik dari segi apa,dan,bagaimana.Maka,jangan berharap BISA sukses jika me”mimpi”kan apapun itu,yang kemudian hasilnya,tidak sebaik yang diinginkan.Ayah tegaskan itu,supaya kalian memikirkan,bahwa inilah hidup.Sabda rasul SAW : “kehidupan ini mudah,bagi ummatku yang tawwakal,maka,berserahlah pada Rabb kalian”.Sampai kapanpun itu,berputar dikepala ‘ku seperti rotasi saturnus.Planet yang begitu indah.Ya.. Sangat indah.Rasanya,figur Ayah ingin terus merasanya sebagai “nafas”,yang selalu menjadi pengobat luka rindu,pada Pak Uwo.Semoga diijabah Tuhan.Amien.

Mawar Putih yang Terluka

Bunga ini melukiskan perasaan ‘ku dengan tinta darah

Menari di tanah merah

Bertutur tentang kepedihan

Tanah yang basah

Perlahan lembab, kering bekas hujan semalam

Bunga itu terserak di tanah

Lalu angin membawanya pergi

Dan membiarkan luka di tangan ini menganga

Karena aku merengkuh duri-duri itu erat dan lama

Bunga itu yang sisinya telah berdarah

Kini tak lagi seputih kapas

Mawar itu tak secantik dulu

Kelopak, tangkai…

Tubuhnya ternoda

Andai ia bernyawa

Kemarahan itu pasti meluap

Tapi, biarlah…

Aku pantas dibenci

Karena aku melukainya

Hm… Apa lagi,ini

Masih terus terbawa tentangnya.Apapun itu.Raut wajah teduh,diksi,dan,tuturnya yang tak jenuh didengar.Senyum khas,dan,”menggelitik”.Ah… Entah kapan,aku bisa menghapusnya.Aku merasa nyaman,dengan “kehadiran sesaat” itu,dimimpi ‘ku.Itu,termasuk rasa bersalah ‘ku,padanya.Benar-benar dekat.Dan,itu nyata.Tolong aku,Tuhan.Aku tak paham dengan perasaan ini.Apa ini,yang disebut,tidak ikhlas,dengan keadaan yang tampak.Hfffth.Terkadang,aku mencoba optimis pada pemikiran yang muncul.Namun,kembali ‘ku ingkari.Pedih,memang.Tapi,itu yang terjadi,saat ini.

Hadiah Manis

Tuhan… Tabahkan aku dengan ¬†semua ini

Jangan sampai aku menjadi hamba yang miskin rasa ikhlas dihatinya

Memang ini terlihat “kecil”

Tapi,mengapa sulit meng”hapus”nya dari ingatan

Apa ini hukuman untuk hamba  ?!

Hm… Kau boleh siksa aku

Kau boleh benci padaku

Tapi,tolong jaga ia di istana terindah milikMu,Tuhan…

Hamba ikhlas,atasMu

Amien